Memulai Usaha dengan Berhutang

Memulai Usaha dengan Berhutang, Jangan Takut !! – Banyak orang yang menganggap bahwa Hutang menjadi momok yang menakutkan, apalagi berhutang kepada Rentenir yang mematok bunga cukup besar. Tapi dalam usaha banyak pelaku bisnis tidak terlepas dengan hutang karena mereka berani berspekulasi terhadap bisnis yang mereka jalankan, karena memang begitulah dunia usaha yang penuh dengan ketidakpastian, namun tentu dengan berhutang kita harus berani menanggung resiko yang terjadi.

Dalam berhutang tentu tidak asal berhutang, apalagi berhutang hanya untuk keperluan konsumtif yang mana uang pinjaman dari hutang tersebut tidak bisa memberikan profit bagi kita. Jika demikian maka lebih baik jangan berhutang, pelaku bisnis berani berhutang karena mereka yakin hasil nya jauh lebih besar dan hasil yang didapat dapat melunasi hutang berserta bunganya, sisanya menjadi keuntungan tersendiri.

Sekali lagi dihimbau kepada pembaca untuk tidak menghutang karena kebutuhan yang tidak produktif. Memulai usaha dengan berhutang itu boleh saja ketika memang prospeknya jelas, paling tidak 75%  pasti menguntungkan. Karena kalau tidak berhutang mau dapat modal darimana, kita tidak akan maju untuk meraih kesempatan dalam mencari rezeki, tentunya rezeki yang halal.

Dimana kita dapat berhutang?

memulai usaha dengan berhutang

memulai usaha dengan berhutang

Banyak cara untuk mendapatkan pinjaman uang (hutang), pinjaman uang bisa didapat dari keluarga, meminjam uang dari keluarga biasanya tidak ada bunga yang dibebankan, kecuali ketika kita meraup untuk hendak memberikan kepada keluarga yang telah menghutangi itu lebih mulia, namun jangan sekali – kali anda menghianati keluarga anda karena masalah hutang yang tidak kunjung di kembalikan atau terlalu menggampangkan karena masih keluarga sendiri, bayar kapan kapan bisa, itu jangan.

Teman dekat, hutang melalui teman dekat biasanya yag rajib itu ibu – ibu melalui media yang disebut dengan arisan, dimana mendapatkan gilirian untuk uang arisan. Sepakan untuk mengadakan arisan bersama dengan nominal uang tertentu misal 10 orang dengan uang arisan 1juta perorang – perbulan maka masing – masing orang akan mendapatkan pinjaman sebesar 10 juta secara bergantian setiap bulannya. Namun bagi orang yang terakhir justru sama dengan menabung.

Rekan bisnis atau Rekan kerja, biasanya rekan bisnis akan meminjamkan uang tanpa bunga, melainkan karena mereka tidak mau rugi, maka ditetapkanlah persetujuan untuk bagi hasil antara pelaku bisnis dan orang yang menghutangi atau disebut juga dengan investor. Sehingga akan terjadi simbiosis mutualisme (saling menguntungkan).

Namun yang paling banyak orang meminjam uang yaitu dibank, baik itu bank konvensioal seperti bank mandiri, bank bca, bank bri , bank bni dan lembaga finance lainnya dengan menjaminkan barang berharga semisal sertifikat tanah, gadai emas atau bpkb dan sebagainya.

Selanjutnya Rentenir, namun jangan sekali kali anda meminjam uang dari rentenir, opsi ini harus kita jauhi sejauh jauhnya, Rentenir banyak berkedok bermacam – macam yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari uang yang dipinjamkan kepada peminjam. Bisa nya mereka tidak tanggung-tanggung dalam menghitung bunga.

 

 

Comments are closed.